Memaafkan pasangan bukan berarti melupakan. Tapi memilih tidak terus hidup dalam dendam.
Ada luka yang tidak hilang hanya karena kata "ya sudah, sudah maafkan" ditutup percakapan. Kita bilang sudah memaafkan. Tapi setiap ada masalah kecil, luka lama ikut naik — jadi alat bukti bahwa "kamu memang begitu."
Memaafkan yang sungguh bukan menutup mata terhadap yang terjadi. Tapi berhenti membiarkan masa lalu mengendalikan setiap hari ini.
Maaf bukan hadiah untuk orang yang salah. Ia pelepasan untuk diri sendiri — supaya hubungan punya ruang memulai lagi.
Tanyakan: "Apakah saya sudah memaafkan, atau hanya menahan luka agar tidak dibahas?"
PEMANTIK #156