Berhenti tidak selalu berarti menyerah. Kadang berhenti adalah keputusan yang paling berani.
Kita diajari: "Jangan jadi orang yang mudah menyerah." Jadi kita bertahan. Terus. Dan terus. Padahal ada bedanya: menyerah karena takut, dan berhenti karena sadar arah ini bukan lagi jawabannya.
Bertahan di jalan yang salah bukan ketangguhan. Itu takut mengakui bahwa peta perlu diganti.
Yang berat dari berhenti bukan kehilangan arah lama. Tapi menghadapi pertanyaan: "Lalu sekarang apa?"
Tanyakan: "Saya bertahan karena masih percaya — atau karena takut dianggap gagal?"
PEMANTIK #075