Kita menyayangi dengan bahasa kita. Padahal ia mungkin mendengar dengan bahasa yang lain.
Kita tunjukkan sayang dengan bekerja keras, memberi hadiah, menyelesaikan masalahnya. Tapi yang ia tunggu mungkin sesederhana: ditemani duduk, ditanya kabarnya, didengarkan tanpa buru-buru.
Dua orang bisa saling sayang dan sama-sama merasa tidak disayangi — karena keduanya berbicara dalam bahasa yang berbeda.
Sayang yang sampai bukan yang paling besar pengorbanannya. Tapi yang diterjemahkan ke bahasa yang ia pahami.
Tanyakan padanya malam ini: "Kapan kamu merasa paling disayang olehku?" Jawabannya mungkin mengejutkan.
PEMANTIK #074