Kita menilai orang lain dari tindakannya. Tapi menilai diri sendiri dari niatnya.
Saat orang lain terlambat: "Dia tidak menghargai waktu." Saat kita terlambat: "Tadi jalanan macet sekali." Saat orang lain menegur keras: "Dia kasar." Saat kita menegur keras: "Aku kan bermaksud baik."
Kita selalu tahu konteks di balik tindakan sendiri. Tapi jarang mau menduga konteks orang lain.
Keadilan yang paling sederhana: memberi orang lain penjelasan yang sama baiknya dengan yang kita beri untuk diri sendiri.
Lain kali kesal pada seseorang, coba tanya: "Kalau saya yang melakukan ini, alasan apa yang akan saya pakai?"
PEMANTIK #064