Kita menilai orang lain dari tindakannya. Tapi menilai diri sendiri dari niatnya.
Kita menilai orang lain
dari tindakannya.
Tapi menilai diri sendiri
dari niatnya.
dari tindakannya.
Tapi menilai diri sendiri
dari niatnya.
Saat orang lain terlambat:
"Dia tidak menghargai waktu."
Saat kita terlambat:
"Tadi jalanan macet sekali."
"Dia tidak menghargai waktu."
Saat kita terlambat:
"Tadi jalanan macet sekali."
Saat orang lain menegur keras:
"Dia kasar."
Saat kita menegur keras:
"Aku kan bermaksud baik."
"Dia kasar."
Saat kita menegur keras:
"Aku kan bermaksud baik."
Kita selalu tahu konteks
di balik tindakan sendiri.
Tapi jarang mau menduga
konteks orang lain.
di balik tindakan sendiri.
Tapi jarang mau menduga
konteks orang lain.
Keadilan yang paling sederhana:
memberi orang lain
penjelasan yang sama baiknya
dengan yang kita beri
untuk diri sendiri.
memberi orang lain
penjelasan yang sama baiknya
dengan yang kita beri
untuk diri sendiri.
Lain kali kesal pada seseorang,
coba tanya:
"Kalau saya yang melakukan ini,
alasan apa yang akan
saya pakai?"
coba tanya:
"Kalau saya yang melakukan ini,
alasan apa yang akan
saya pakai?"
Kita menilai orang lain dari tindakannya. Tapi menilai diri sendiri dari niatnya.
Saat orang lain terlambat: "Dia tidak menghargai waktu." Saat kita terlambat: "Tadi jalanan macet sekali." Saat orang lain menegur keras: "Dia kasar." Saat kita menegur keras: "Aku kan bermaksud baik."
Kita selalu tahu konteks di balik tindakan sendiri. Tapi jarang mau menduga konteks orang lain.
Keadilan yang paling sederhana: memberi orang lain penjelasan yang sama baiknya dengan yang kita beri untuk diri sendiri.
Lain kali kesal pada seseorang, coba tanya: "Kalau saya yang melakukan ini, alasan apa yang akan saya pakai?"