Diam yang panjang kadang lebih melukai daripada pertengkaran yang jujur.
Diam yang panjang
kadang lebih melukai
daripada pertengkaran
yang jujur.
kadang lebih melukai
daripada pertengkaran
yang jujur.
Kita memilih diam
karena tidak mau ribut.
"Sudahlah.
Tidak usah dibahas."
karena tidak mau ribut.
"Sudahlah.
Tidak usah dibahas."
Tapi yang tidak dibahas
tidak hilang.
Ia mengendap.
Menumpuk.
Menunggu.
tidak hilang.
Ia mengendap.
Menumpuk.
Menunggu.
Lalu suatu hari meledak
karena hal kecil —
dan yang keluar
bukan satu masalah,
tapi tumpukan bertahun-tahun.
karena hal kecil —
dan yang keluar
bukan satu masalah,
tapi tumpukan bertahun-tahun.
Pertengkaran yang jujur
itu tidak nyaman.
Tapi ia memberi kesempatan
untuk saling memperbaiki.
itu tidak nyaman.
Tapi ia memberi kesempatan
untuk saling memperbaiki.
Tanyakan:
"Apa yang sudah lama
saya diamkan — yang sebenarnya
perlu dibicarakan?"
"Apa yang sudah lama
saya diamkan — yang sebenarnya
perlu dibicarakan?"
Diam yang panjang kadang lebih melukai daripada pertengkaran yang jujur.
Kita memilih diam karena tidak mau ribut. "Sudahlah. Tidak usah dibahas." Tapi yang tidak dibahas tidak hilang. Ia mengendap. Menumpuk. Menunggu.
Lalu suatu hari meledak karena hal kecil — dan yang keluar bukan satu masalah, tapi tumpukan bertahun-tahun.
Pertengkaran yang jujur itu tidak nyaman. Tapi ia memberi kesempatan untuk saling memperbaiki.
Tanyakan: "Apa yang sudah lama saya diamkan — yang sebenarnya perlu dibicarakan?"