Mendengarkan anak bukan sambil menunggu giliran untuk menasihati.
Anak bercerita tiga kalimat. Kita menjawab dengan ceramah lima belas menit. Lama-lama anak belajar: "Kalau cerita, ujungnya dinasihati. Lebih baik diam saja."
Lalu suatu hari kita bertanya, "Kenapa kamu tidak pernah cerita?" Padahal pintunya kita yang menutup — sedikit demi sedikit.
Anak yang merasa didengar akan terus datang. Anak yang merasa dihakimi akan mencari pendengar lain.
Lain kali anak bercerita, coba tahan nasihatnya. Ganti dengan: "Terus, kamu merasanya gimana?"
PEMANTIK #051