Mendengarkan anak bukan sambil menunggu giliran untuk menasihati.
Mendengarkan anak
bukan sambil menunggu giliran
untuk menasihati.
bukan sambil menunggu giliran
untuk menasihati.
Anak bercerita tiga kalimat.
Kita menjawab
dengan ceramah
lima belas menit.
Kita menjawab
dengan ceramah
lima belas menit.
Lama-lama anak belajar:
"Kalau cerita,
ujungnya dinasihati.
Lebih baik diam saja."
"Kalau cerita,
ujungnya dinasihati.
Lebih baik diam saja."
Lalu suatu hari kita bertanya,
"Kenapa kamu tidak pernah cerita?"
Padahal pintunya
kita yang menutup —
sedikit demi sedikit.
"Kenapa kamu tidak pernah cerita?"
Padahal pintunya
kita yang menutup —
sedikit demi sedikit.
Anak yang merasa didengar
akan terus datang.
Anak yang merasa dihakimi
akan mencari pendengar lain.
akan terus datang.
Anak yang merasa dihakimi
akan mencari pendengar lain.
Lain kali anak bercerita,
coba tahan nasihatnya.
Ganti dengan:
"Terus, kamu merasanya
gimana?"
coba tahan nasihatnya.
Ganti dengan:
"Terus, kamu merasanya
gimana?"
Mendengarkan anak bukan sambil menunggu giliran untuk menasihati.
Anak bercerita tiga kalimat. Kita menjawab dengan ceramah lima belas menit. Lama-lama anak belajar: "Kalau cerita, ujungnya dinasihati. Lebih baik diam saja."
Lalu suatu hari kita bertanya, "Kenapa kamu tidak pernah cerita?" Padahal pintunya kita yang menutup — sedikit demi sedikit.
Anak yang merasa didengar akan terus datang. Anak yang merasa dihakimi akan mencari pendengar lain.
Lain kali anak bercerita, coba tahan nasihatnya. Ganti dengan: "Terus, kamu merasanya gimana?"