Kita sering menghitung uang yang didapat. Jarang menghitung apa yang ditukar untuk mendapatkannya.
Gaji naik. Omzet membesar. Tabungan bertambah. Angka di rekening terlihat bagus — dan memang ada alasan untuk bangga.
Tapi di balik angka itu, ada waktu yang tidak kembali. Ada energi yang habis. Ada hal yang ditinggalkan. Bukan berarti uang tidak penting — tapi uang hanya satu sisi dari transaksi yang lebih besar.
Mungkin pertanyaannya bukan "Berapa yang saya dapat?" tapi "Apakah yang saya tukar masih sebanding dengan yang saya dapat?"
Kaya bukan hanya tentang berapa banyak yang masuk. Tapi seberapa sedikit yang kita sesali untuk mendapatkannya.
Dan kadang, yang paling mahal bukan harga yang kita bayar — tapi hal yang sudah tidak bisa kita beli kembali.
PEMANTIK #008