Semakin ingin dipahami, kadang kita justru semakin sibuk menjelaskan.
Kita kirim pesan panjang. Jelaskan niat. Ulang konteks. Pastikan tidak disalahpahami. Semua itu datang dari tempat yang baik — kita tidak ingin hubungan ini retak karena miskomunikasi.
Tapi semakin banyak penjelasan, semakin terasa seperti debat. Bukan percakapan. Kadang yang kita cari bukan pemahaman, tapi validasi. Konfirmasi bahwa perasaan kita benar.
Dipahami bukan selalu tentang dijelaskan dengan lengkap. Kadang tentang didengar tanpa harus membuktikan apa-apa.
Mungkin yang dibutuhkan bukan penjelasan yang lebih panjang. Tapi kehadiran yang cukup untuk mendengar.
Dan kadang, diam yang hadir lebih dekat daripada kata-kata yang panjang.
PEMANTIK #009