Menabung bukan soal berapa yang tersisa. Tapi soal apa yang didahulukan.
Menabung bukan soal
berapa yang tersisa.
Tapi soal apa
yang didahulukan.
berapa yang tersisa.
Tapi soal apa
yang didahulukan.
Rumusnya selama ini:
penghasilan − pengeluaran
= tabungan.
Dan hasilnya hampir selalu:
nol.
penghasilan − pengeluaran
= tabungan.
Dan hasilnya hampir selalu:
nol.
Karena pengeluaran
punya sifat aneh:
ia selalu membesar
mengisi ruang yang tersedia.
punya sifat aneh:
ia selalu membesar
mengisi ruang yang tersedia.
Coba balik urutannya:
penghasilan − tabungan
= yang boleh dipakai.
penghasilan − tabungan
= yang boleh dipakai.
Yang berubah bukan angkanya.
Yang berubah adalah siapa
yang dilayani lebih dulu:
masa depan, atau keinginan hari ini.
Yang berubah adalah siapa
yang dilayani lebih dulu:
masa depan, atau keinginan hari ini.
Tanyakan:
"Selama ini saya menabung
dari sisa — atau menyisakan
untuk masa depan lebih dulu?"
"Selama ini saya menabung
dari sisa — atau menyisakan
untuk masa depan lebih dulu?"
Menabung bukan soal berapa yang tersisa. Tapi soal apa yang didahulukan.
Rumusnya selama ini: penghasilan dikurangi pengeluaran, sisanya ditabung. Dan hasilnya hampir selalu nol. Karena pengeluaran punya sifat aneh — ia selalu membesar mengisi ruang yang tersedia.
Coba balik urutannya: penghasilan dikurangi tabungan, sisanya yang boleh dipakai.
Yang berubah bukan angkanya. Yang berubah adalah siapa yang dilayani lebih dulu: masa depan, atau keinginan hari ini.
Tanyakan: "Selama ini saya menabung dari sisa — atau menyisakan untuk masa depan lebih dulu?"