Kita menunggu momen besar untuk berubah. Padahal perubahan tersusun dari hari-hari biasa.
Kita menunggu momen besar
untuk berubah.
Padahal perubahan tersusun
dari hari-hari biasa.
untuk berubah.
Padahal perubahan tersusun
dari hari-hari biasa.
"Mulai tahun depan."
"Setelah ulang tahun."
"Habis proyek ini selesai."
"Setelah ulang tahun."
"Habis proyek ini selesai."
Kita menunggu garis start
yang terasa istimewa.
Seolah perubahan butuh
panggung untuk dimulai.
yang terasa istimewa.
Seolah perubahan butuh
panggung untuk dimulai.
Padahal orang yang berubah
jarang ingat tanggal pastinya.
Yang mereka ingat:
akumulasi hari biasa
yang dijalani sedikit berbeda.
jarang ingat tanggal pastinya.
Yang mereka ingat:
akumulasi hari biasa
yang dijalani sedikit berbeda.
Momen besar itu
tidak akan datang.
Yang ada hanya hari ini —
yang bisa dipakai
atau ditunda lagi.
tidak akan datang.
Yang ada hanya hari ini —
yang bisa dipakai
atau ditunda lagi.
Tanyakan:
"Kalau perubahan ini penting,
kenapa harus menunggu Senin?"
"Kalau perubahan ini penting,
kenapa harus menunggu Senin?"
Kita menunggu momen besar untuk berubah. Padahal perubahan tersusun dari hari-hari biasa.
"Mulai tahun depan." "Setelah ulang tahun." "Habis proyek ini selesai." Kita menunggu garis start yang terasa istimewa — seolah perubahan butuh panggung untuk dimulai.
Padahal orang yang berubah jarang ingat tanggal pastinya. Yang mereka ingat: akumulasi hari biasa yang dijalani sedikit berbeda.
Momen besar itu tidak akan datang. Yang ada hanya hari ini — yang bisa dipakai atau ditunda lagi.
Tanyakan: "Kalau perubahan ini penting, kenapa harus menunggu Senin?"