Merawat orang lain tanpa merawat diri akhirnya membuat kita merawat dengan sisa.
Kita bangga jadi andalan, tempat curhat, penolong pertama. Sampai suatu hari kesabaran habis — dan yang keluar bukan kepedulian, tapi kejengkelan.
Bukan karena kita tidak sayang. Tapi karena tangki yang kosong sulit menuangkan dengan tenang.
Merawat diri bukan egois. Ia cara memastikan kepedulian kita tetap utuh.
Tanyakan: "Saya sedang membantu dari kepenuhan — atau dari kelelahan yang disangkal?"
PEMANTIK #114