Hubungan jarang rusak karena satu ledakan besar. Lebih sering karena perbaikan kecil yang ditunda.
Satu nada kasar. Satu janji yang dilupakan. Satu "nanti dulu" yang tidak pernah datang. Masing-masing terlihat kecil — tapi yang kecil, kalau ditumpuk diam-diam, jadi dinding.
Perbaikan tidak selalu butuh pembicaraan panjang. Kadang cukup: "Maaf tadi." "Terima kasih ya." "Aku dengar kamu."
Cinta yang bertahan bukan yang tidak pernah retak. Tapi yang rajin diperbaiki sebelum retaknya melebar.
Tanyakan: "Ada satu hal kecil hari ini yang bisa saya perbaiki sebelum jadi sesalan?"
PEMANTIK #087