Tidur yang kurang tidak membuat kita lebih berdedikasi. Ia hanya membuat kita lebih lambat berpikir.
"Nanti tidur setelah selesai." Selesainya selalu lebih jauh dari yang dikira. Mata tetap terbuka, pekerjaan tetap jalan — tapi keputusan jadi kasar, kesabaran tipis, kesalahan lebih mahal.
Kita bangga pada jam-jam malam yang diperas. Jarang bangga pada pagi yang jernih.
Istirahat bukan kemalasan. Ia bagian dari cara otak menyusun ulang apa yang sudah dipelajari.
Tanyakan: "Saya begadang karena penting — atau karena tidak berani berhenti?"
PEMANTIK #084