Tidur yang kurang tidak membuat kita lebih berdedikasi. Ia hanya membuat kita lebih lambat berpikir.
Tidur yang kurang
tidak membuat kita
lebih berdedikasi.
Ia hanya membuat kita
lebih lambat berpikir.
tidak membuat kita
lebih berdedikasi.
Ia hanya membuat kita
lebih lambat berpikir.
"Nanti tidur setelah selesai."
Selesainya selalu
lebih jauh dari yang dikira.
Selesainya selalu
lebih jauh dari yang dikira.
Mata tetap terbuka.
Pekerjaan tetap jalan.
Tapi keputusan jadi kasar,
kesabaran jadi tipis,
dan kesalahan jadi lebih mahal.
Pekerjaan tetap jalan.
Tapi keputusan jadi kasar,
kesabaran jadi tipis,
dan kesalahan jadi lebih mahal.
Kita bangga pada jam-jam malam
yang diperas.
Jarang bangga pada pagi
yang jernih.
yang diperas.
Jarang bangga pada pagi
yang jernih.
Istirahat bukan kemalasan.
Ia bagian dari cara otak
menyusun ulang apa
yang sudah dipelajari.
Ia bagian dari cara otak
menyusun ulang apa
yang sudah dipelajari.
Tanyakan:
"Saya begadang karena penting —
atau karena tidak berani
berhenti?"
"Saya begadang karena penting —
atau karena tidak berani
berhenti?"
Tidur yang kurang tidak membuat kita lebih berdedikasi. Ia hanya membuat kita lebih lambat berpikir.
"Nanti tidur setelah selesai." Selesainya selalu lebih jauh dari yang dikira. Mata tetap terbuka, pekerjaan tetap jalan — tapi keputusan jadi kasar, kesabaran tipis, kesalahan lebih mahal.
Kita bangga pada jam-jam malam yang diperas. Jarang bangga pada pagi yang jernih.
Istirahat bukan kemalasan. Ia bagian dari cara otak menyusun ulang apa yang sudah dipelajari.
Tanyakan: "Saya begadang karena penting — atau karena tidak berani berhenti?"