Sebelum membuat aplikasi, tanyakan dulu: masalah apa yang sebenarnya ingin diselesaikan?
Tidak semua bisnis butuh aplikasi. Tapi hampir semua bisnis pernah merasa butuh — terutama ketika ada masalah yang terasa rumit, lambat, atau berantakan.
Kadang kita terlalu cepat mencari teknologi. Padahal belum tentu masalahnya ada di teknologinya. Proses yang belum jelas, data yang tidak konsisten, atau tim yang belum sepakat soal cara kerja — semua itu tidak otomatis selesai karena dibuatkan sistem baru.
Malahan, teknologi bisa membuat proses yang salah berjalan lebih cepat. Lebih rapi di permukaan, tapi tetap salah di fondasinya.
Mungkin pertanyaan pertamanya bukan: "Aplikasi apa yang harus kita buat?" Tapi: "Masalah apa yang sebenarnya ingin kita selesaikan?" Dan lanjutannya: "Kalau masalah ini sudah selesai, seperti apa bentuk selesainya?"
Baru setelah itu kita bisa jujur menilai — apakah jawabannya memang teknologi, atau ternyata perlu perbaikan proses, keputusan, atau kebiasaan kerja yang lebih sederhana.
Mulai dari masalahnya. Bukan dari aplikasinya.
PEMANTIK #002