Tubuh sering memberi sinyal sebelum pikiran siap mengakui.
Tubuh sering memberi sinyal
sebelum pikiran siap mengakui.
sebelum pikiran siap mengakui.
Bahu tegang.
Tidur pendek.
Nafsu makan berubah.
Tidur pendek.
Nafsu makan berubah.
Kita bilang:
"Biasa saja."
"Sedang banyak kerja."
Padahal tubuh sudah bicara.
"Biasa saja."
"Sedang banyak kerja."
Padahal tubuh sudah bicara.
Mengabaikan sinyal
tidak membuat masalah hilang.
Ia hanya menunda tagihan.
tidak membuat masalah hilang.
Ia hanya menunda tagihan.
Mendengarkan tubuh
bukan lemah.
Ia cara menjaga agar pikiran
tetap bisa dipakai lama.
bukan lemah.
Ia cara menjaga agar pikiran
tetap bisa dipakai lama.
Tanyakan:
"Sinyal apa yang tubuh saya
kirim minggu ini —
dan saya abaikan?"
"Sinyal apa yang tubuh saya
kirim minggu ini —
dan saya abaikan?"
Tubuh sering memberi sinyal sebelum pikiran siap mengakui.
Bahu tegang. Tidur pendek. Nafsu makan berubah. Kita bilang "Biasa saja" — padahal tubuh sudah bicara.
Mengabaikan sinyal tidak membuat masalah hilang. Ia hanya menunda tagihan.
Mendengarkan tubuh bukan lemah. Ia cara menjaga agar pikiran tetap bisa dipakai lama.
Tanyakan: "Sinyal apa yang tubuh saya kirim minggu ini — dan saya abaikan?"