Jarak kadang membuat kita melihat rumah dengan lebih jernih.
Saat dekat terus, yang terlihat hanya rutinitas: cuci piring, macet, tagihan. Saat menjauh sebentar — perjalanan, sunyi, tempat baru — yang terasa justru apa yang sebenarnya berarti.
Bukan berarti harus pergi jauh. Kadang cukup mengubah sudut: berjalan tanpa tujuan, makan tanpa layar.
Perspektif jarang datang dari menambah aktivitas. Ia datang dari memberi jarak pada yang biasa.
Tanyakan: "Kalau saya melihat hidup saya dari luar kota selama seminggu, apa yang ingin saya ubah?"
PEMANTIK #108