Bandingkan anak dengan dirinya yang kemarin. Bukan dengan anak orang lain.
"Lihat itu temanmu, sudah bisa baca." "Anak tetangga rankingnya bagus." Niat kita memotivasi. Yang anak dengar: "Aku belum cukup. Ada anak lain yang lebih disayang."
Setiap anak berjalan dengan kecepatannya sendiri. Ada yang cepat membaca. Ada yang cepat berempati. Keduanya sedang tumbuh.
Perbandingan yang menumbuhkan hanya satu: "Kamu hari ini, dibanding kamu kemarin."
Coba ganti kalimatnya: "Dulu kamu belum bisa ini. Sekarang sudah. Itu keren."
PEMANTIK #066