Teman dekat tidak butuh kabar setiap hari. Tapi ia butuh kehadiran di hari yang penting.
Ada pertemanan yang diam berbulan-bulan, lalu bertemu dan terasa seperti tidak pernah berpisah. Itu bukan karena intensitas. Tapi karena di momen-momen yang menentukan — ia pernah hadir.
Saat sakit. Saat kehilangan. Saat jatuh. Kehadiran di satu hari sulit lebih diingat daripada seratus obrolan ringan.
Pertemanan tidak diukur dari seringnya bertemu. Tapi dari bisa-tidaknya diandalkan saat perlu.
Tanyakan: "Siapa yang sedang di masa sulit — dan belum saya tanya kabarnya?"
PEMANTIK #056