Kita yang memegang ponsel. Tapi coba perhatikan: siapa yang sebenarnya memegang siapa?
Niatnya cek satu notifikasi. Tiga puluh menit kemudian, masih menggulir — entah mencari apa. Setiap bunyi kita datangi. Setiap getar kita layani. Seperti panggilan yang tidak boleh terlewat, meski isinya jarang benar-benar urgent.
Padahal hampir semua notifikasi bukan untuk kepentingan kita. Ia dirancang untuk kepentingan yang mengirim — supaya kita kembali, supaya kita scroll, supaya perhatian kita tetap di sana.
Perhatian adalah aset paling berharga hari ini. Lebih berharga dari waktu, lebih berharga dari data. Dan kita sering memberikannya gratis — tanpa sadar, tanpa transaksi, tanpa pertimbangan.
Bukan berarti ponsel musuh. Tapi tanpa batas, tanpa kesadaran, tanpa pilihan — kita yang seharusnya memegang kendali justru menjadi yang paling mudah digerakkan.
Tanyakan: "Hari ini, saya memakai ponsel — atau ponsel yang memakai saya?" Dari situ, satu batas kecil — notifikasi dimatikan, satu jam tanpa scroll — kadang cukup untuk merasakan perbedaannya.
PEMANTIK #042