Ada tujuan yang tidak gagal kita capai. Kita hanya berhenti menginginkannya.
Dulu kita ingin jadi dokter. Atau punya rumah sendiri. Atau hidup di luar negeri. Atau menulis buku. Impian itu terasa jelas — ada gambaran, ada alasan, ada versi diri kita yang sudah memegangnya erat.
Lalu waktu berlalu. Prioritas berubah. Pengalaman mengajar hal-hal baru. Dan tujuan itu perlahan tidak lagi terasa milik kita — bukan karena kita malas, bukan karena kita menyerah, tapi karena kita sudah berbeda dari orang yang pernah memimpikan hal itu.
Kita sering merasa gagal ketika impian lama tidak tercapai. Padahal melepaskan impian lama bukan kegagalan — kadang itu tanda bahwa kita sudah tumbuh. Bahwa versi kita yang sekarang tidak lagi butuh hal yang sama dengan versi kita yang dulu.
Itu bukan pengkhianatan pada diri sendiri. Itu evolusi — meski terasa sedih, meski masih ada rasa "seharusnya" yang menggantung.
Yang perlu ditanyakan bukan "Kenapa saya gagal?" Tapi "Apakah saya masih menginginkan hal yang sama?" Kalau jawabannya tidak — mungkin bukan waktunya mengejar. Mungkin waktunya jujur, lalu melihat apa yang sekarang terasa lebih hidup.
PEMANTIK #023