Tidak semua kesempatan membawa kita lebih dekat ke tempat yang ingin kita tuju.
Promosi datang. Proyek menarik. Tawaran gaji lebih besar. Semuanya terlihat seperti peluang — dan memang, dari luar, sulit untuk bilang tidak.
Tapi belum tentu setiap peluang mengarah ke arah yang sama dengan tujuan kita. Kadang "lebih baik" di mata orang lain, bukan berarti lebih baik untuk hidup kita. Kadang kita terjebak mengejar kesempatan bukan karena benar-benar ingin — tapi karena takut kehilangan. Takut nanti menyesal. Takut dianggap tidak ambisius.
FOMO karier itu nyata. Setiap pintu yang terbuka terasa seperti satu-satunya kesempatan. Padahal setiap ya yang kita ucapkan pada satu hal, adalah tidak pada hal lain — waktu, energi, dan arah yang tidak bisa kita dapatkan kembali.
Sebelum bilang ya, coba tanyakan dengan jujur: "Kesempatan ini membawa saya lebih dekat atau lebih jauh dari yang saya inginkan?" Bukan hanya dari sisi karier — tapi hidup secara keseluruhan.
Karier yang baik bukan yang paling banyak peluangnya. Tapi yang paling selaras dengan arah hidup kita — meski terlihat lebih sederhana dari luar.
PEMANTIK #013