Kita sering berdebat tentang hal kecil. Padahal yang sebenarnya sedang diperebutkan bukan itu.
tentang hal kecil.
Padahal yang sebenarnya
sedang diperebutkan bukan itu.
Nada suara.
Siapa yang lebih lelah.
Permukaannya kecil.
sering ada pertanyaan yang lebih besar:
"Apakah kamu masih melihat saya?"
"Apakah saya masih penting?"
"Apakah saya sendirian di hubungan ini?"
permasalahan di permukaan,
masalah yang sama
akan kembali
dengan wajah yang berbeda.
jarang hanya tentang
satu insiden.
Ia sering tentang
kebutuhan yang belum terucap.
"Di balik masalah ini,
apa yang sebenarnya
saya butuhkan dari pasangan saya?"
Kita sering berdebat tentang hal kecil. Padahal yang sebenarnya sedang diperebutkan bukan itu.
Piring kotor. Nada suara. Siapa yang lebih lelah. Siapa yang lebih sering mengalah. Permukaannya kecil — tapi di bawahnya sering ada pertanyaan yang lebih besar: "Apakah kamu masih melihat saya?" "Apakah saya masih penting?" "Apakah saya sendirian di hubungan ini?"
Kalau kita hanya menyelesaikan permasalahan di permukaan, masalah yang sama akan kembali dengan wajah yang berbeda. Hari ini soal piring. Besok soal waktu. Lusa soal nada bicara.
Pertengkaran pasangan jarang hanya tentang satu insiden. Ia sering tentang kebutuhan yang belum terucap — rasa dihargai, rasa aman, rasa didengar, rasa tidak ditinggalkan sendirian.
Tanyakan: "Di balik masalah ini, apa yang sebenarnya saya butuhkan dari pasangan saya?"