Tahun baru bisnis tidak dimulai dari target yang lebih tinggi. Tapi dari pelajaran yang lebih jujur.
Tahun baru bisnis tidak dimulai
dari target yang lebih tinggi.
Tapi dari pelajaran
yang lebih jujur.
dari target yang lebih tinggi.
Tapi dari pelajaran
yang lebih jujur.
Mudah menulis:
"Tahun depan omzet naik 2x."
"Tahun depan omzet naik 2x."
Lebih sulit menulis:
"Tahun ini kami salah paham pasar."
"Tim kelelahan."
"Produk belum cukup kuat."
"Tahun ini kami salah paham pasar."
"Tim kelelahan."
"Produk belum cukup kuat."
Target tanpa pelajaran
hanya mengulang pola lama
dengan angka baru.
hanya mengulang pola lama
dengan angka baru.
Pertumbuhan sehat lahir dari
diagnosis yang tepat.
Bukan dari ambisi yang lebih keras.
diagnosis yang tepat.
Bukan dari ambisi yang lebih keras.
Tanyakan:
"Satu pelajaran bisnis tahun ini
yang wajib saya bawa masuk
ke rencana tahun depan?"
"Satu pelajaran bisnis tahun ini
yang wajib saya bawa masuk
ke rencana tahun depan?"
Tahun baru bisnis tidak dimulai dari target yang lebih tinggi. Tapi dari pelajaran yang lebih jujur.
Mudah menulis "Tahun depan omzet naik 2x." Lebih sulit menulis: "Tahun ini kami salah paham pasar." "Tim kelelahan." "Produk belum cukup kuat."
Target tanpa pelajaran hanya mengulang pola lama dengan angka baru.
Pertumbuhan sehat lahir dari diagnosis yang tepat. Bukan dari ambisi yang lebih keras.
Tanyakan: "Satu pelajaran bisnis tahun ini yang wajib saya bawa masuk ke rencana tahun depan?"