Menjadi pemula lagi di usia yang sudah \"harusnya tahu\" adalah salah satu keberanian yang paling jujur.
Menjadi pemula lagi
di usia yang sudah
"harusnya tahu"
adalah salah satu keberanian
yang paling jujur.
di usia yang sudah
"harusnya tahu"
adalah salah satu keberanian
yang paling jujur.
Kita sudah punya gelar.
Punya jabatan.
Punya reputasi.
Punya jabatan.
Punya reputasi.
Lalu muncul bidang baru —
dan kita harus mulai
dari pertanyaan dasar.
dan kita harus mulai
dari pertanyaan dasar.
Ego bilang: "Jangan kelihatan bodoh."
Pertumbuhan bilang:
"Kalau tidak mulai bodoh,
tidak akan pernah pintar."
Pertumbuhan bilang:
"Kalau tidak mulai bodoh,
tidak akan pernah pintar."
Ahli yang bertahan
bukan yang tidak pernah pemula.
Tapi yang berani jadi pemula
berkali-kali.
bukan yang tidak pernah pemula.
Tapi yang berani jadi pemula
berkali-kali.
Tanyakan:
"Apa yang ingin saya pelajari
meski harus kelihatan belum bisa?"
"Apa yang ingin saya pelajari
meski harus kelihatan belum bisa?"
Menjadi pemula lagi di usia yang sudah "harusnya tahu" adalah salah satu keberanian yang paling jujur.
Kita sudah punya gelar, jabatan, reputasi. Lalu muncul bidang baru — dan kita harus mulai dari pertanyaan dasar.
Ego bilang: "Jangan kelihatan bodoh." Pertumbuhan bilang: "Kalau tidak mulai bodoh, tidak akan pernah pintar."
Ahli yang bertahan bukan yang tidak pernah pemula. Tapi yang berani jadi pemula berkali-kali.
Tanyakan: "Apa yang ingin saya pelajari meski harus kelihatan belum bisa?"