Kadang yang kita takutkan bukan gagal. Tapi berhasil — lalu harus hidup dengan standar baru.
Kadang yang kita takutkan
bukan gagal.
Tapi berhasil — lalu harus hidup
dengan standar baru.
bukan gagal.
Tapi berhasil — lalu harus hidup
dengan standar baru.
Gagal terasa familiar.
Kita sudah tahu
cara menjelaskannya,
cara menyembunyikannya,
cara bangkit darinya.
Kita sudah tahu
cara menjelaskannya,
cara menyembunyikannya,
cara bangkit darinya.
Berhasil membuka ruang lain:
ekspektasi lebih tinggi,
perhatian lebih banyak,
dan rasa "jangan sampai
jatuh dari sini."
ekspektasi lebih tinggi,
perhatian lebih banyak,
dan rasa "jangan sampai
jatuh dari sini."
Jadi diam-diam kita menahan diri —
bukan karena tidak mampu,
tapi karena takut
harus terus membuktikan.
bukan karena tidak mampu,
tapi karena takut
harus terus membuktikan.
Takut gagal membuat kita hati-hati.
Takut berhasil membuat kita
mengecilkan diri.
Takut berhasil membuat kita
mengecilkan diri.
Tanyakan:
"Saya menahan langkah ini
karena belum siap —
atau karena takut setelahnya?"
"Saya menahan langkah ini
karena belum siap —
atau karena takut setelahnya?"
Kadang yang kita takutkan bukan gagal. Tapi berhasil — lalu harus hidup dengan standar baru.
Gagal terasa familiar. Kita sudah tahu cara menjelaskannya, menyembunyikannya, bangkit darinya. Berhasil membuka ruang lain: ekspektasi lebih tinggi, perhatian lebih banyak, dan rasa "jangan sampai jatuh dari sini."
Jadi diam-diam kita menahan diri — bukan karena tidak mampu, tapi karena takut harus terus membuktikan.
Takut gagal membuat kita hati-hati. Takut berhasil membuat kita mengecilkan diri.
Tanyakan: "Saya menahan langkah ini karena belum siap — atau karena takut setelahnya?"