Belajar bukan hanya menambah yang baru. Kadang ia berarti membuang yang keliru.
Belajar bukan hanya
menambah yang baru.
Kadang ia berarti
membuang yang keliru.
menambah yang baru.
Kadang ia berarti
membuang yang keliru.
Kita rajin menambah:
kursus baru,
buku baru,
teori baru.
kursus baru,
buku baru,
teori baru.
Tapi jarang memeriksa:
keyakinan lama mana
yang diam-diam
sudah tidak benar?
keyakinan lama mana
yang diam-diam
sudah tidak benar?
Asumsi yang usang
lebih berbahaya
daripada ketidaktahuan.
Karena ia terasa
seperti pengetahuan.
lebih berbahaya
daripada ketidaktahuan.
Karena ia terasa
seperti pengetahuan.
Tumbuh bukan hanya soal
mengisi gelas.
Tapi juga membuang isi lama
yang sudah keruh.
mengisi gelas.
Tapi juga membuang isi lama
yang sudah keruh.
Tanyakan:
"Keyakinan apa yang saya pegang
bertahun-tahun — dan belum pernah
saya uji ulang?"
"Keyakinan apa yang saya pegang
bertahun-tahun — dan belum pernah
saya uji ulang?"
Belajar bukan hanya menambah yang baru. Kadang ia berarti membuang yang keliru.
Kita rajin menambah: kursus baru, buku baru, teori baru. Tapi jarang memeriksa: keyakinan lama mana yang diam-diam sudah tidak benar?
Asumsi yang usang lebih berbahaya daripada ketidaktahuan. Karena ia terasa seperti pengetahuan.
Tumbuh bukan hanya soal mengisi gelas. Tapi juga membuang isi lama yang sudah keruh.
Tanyakan: "Keyakinan apa yang saya pegang bertahun-tahun — dan belum pernah saya uji ulang?"