Orang yang berbeda pendapat dengan kita belum tentu salah paham. Mungkin dia paham, tapi melihat dari tempat berdiri yang berbeda.
belum tentu salah paham.
Mungkin dia paham,
tapi berdiri di tempat
yang berbeda.
"Dia belum mengerti.
Coba saya jelaskan sekali lagi."
dia sudah mengerti —
dan tetap sampai
pada kesimpulan berbeda.
gedung yang sama
dan menggambar bentuk
yang berbeda,
tergantung dari sisi mana
mereka berdiri.
bukan selalu soal benar-salah.
Kadang soal sudut pandang
yang belum saling dikunjungi.
coba tanya:
"Dari sisi mana
kamu melihat ini?"
Orang yang berbeda pendapat dengan kita belum tentu salah paham. Mungkin dia paham, tapi melihat dari tempat berdiri yang berbeda.
Refleks kita saat tidak setuju: "Dia belum mengerti. Coba saya jelaskan sekali lagi." Kita yakin kalau informasinya lengkap, kalau penjelasannya cukup jelas, pasti dia akan setuju. Padahal bisa jadi dia sudah mengerti — dan tetap sampai pada kesimpulan berbeda.
Dua orang bisa melihat gedung yang sama dan menggambar bentuk yang berbeda, tergantung dari sisi mana mereka berdiri. Satu melihat depan. Satu melihat samping. Keduanya benar — dari sudut masing-masing. Tapi keduanya juga tidak melihat keseluruhan.
Perbedaan pendapat bukan selalu soal benar-salah. Kadang soal sudut pandang yang belum saling dikunjungi — pengalaman yang berbeda, prioritas yang berbeda, ketakutan yang berbeda. Bukan karena salah satunya bodoh. Tapi karena keduanya membawa cerita yang berbeda.
Sebelum menjelaskan ulang, coba tanya: "Dari sisi mana kamu melihat ini?" Bukan untuk debat. Bukan untuk memenangkan argumen. Tapi untuk memahami — dan dari situ, percakapan yang tadinya terasa seperti pertarungan kadang jadi pertukaran yang sebenarnya kita butuhkan.