Orang bisa menyukai idemu tanpa merasa perlu membelinya.
tanpa merasa perlu
membelinya.
"Wah, ide bagus!"
"Ini keren banget."
"Semoga sukses ya."
yang benar-benar
membeli.
Tidak ada yang mendaftar.
Tidak ada yang commit.
Tapi karena suka
dan beli
adalah dua hal
yang berbeda.
bukan validasi bisnis.
Yang jadi validasi
adalah orang
yang mau menukar
uang atau waktu
untuk mendapatkannya.
dengan respons positif,
tanyakan:
"Apakah mereka suka ide ini,
atau cukup suka
untuk membelinya?"
Orang bisa menyukai idemu tanpa merasa perlu membelinya.
Mereka bilang "Wah, ide bagus!" "Ini keren banget." "Semoga sukses ya." Respons positif datang — di acara, di DM, di komentar. Dan kita merasa divalidasi. Merasa ide kita punya tempat. Merasa sudah di jalur yang benar.
Tapi tidak ada yang benar-benar membeli. Tidak ada yang mendaftar. Tidak ada yang commit. Tidak ada yang menukar uang atau waktu untuk mendapatkannya — padahal itulah yang sebenarnya kita butuhkan untuk tahu apakah ide ini layak hidup.
Bukan karena ide buruk. Tapi karena suka dan beli adalah dua hal yang berbeda. Suka itu murah — hanya butuh sepersekian detik dan nol komitmen. Beli butuh keputusan, butuh alasan, butuh keyakinan bahwa ini worth it.
Validasi dari pujian bukan validasi bisnis. Yang jadi validasi adalah orang yang mau menukar uang atau waktu untuk mendapatkannya — meski jumlahnya kecil, meski cuma satu orang.
Sebelum terlalu senang dengan respons positif, tanyakan: "Apakah mereka suka ide ini, atau cukup suka untuk membelinya?" Dari situ, kita tahu apakah perlu pivot, perbaiki, atau lanjut — bukan berdasarkan pujian, tapi berdasarkan tindakan.